Rasa pilu dan duka masih sangat membekas, terutama bagi ibu korban, Mira.
Ia bahkan tak henti-henti menangis bahkan nyaris pingsan lantaran syok atas kematian putra bungsunya yang harus pergi dengan cara tragis seperti itu.
Sementara itu, Parmin (48) seorang penjual Batagor yang berada di lokasi kejadian memberikan kesaksian sebelum mendiang Haringga tewas di tangan bobotoh Persib Bandung.
Ketika itu, Parmin tengah berjualan di gerbang biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dan melihat almarhum dikejar-kejar oleh oknum suporter Persib.
“Iya, tadi liat dikejar-kejar dan dipukulin di gerbang biru sini,” terangnya, dikutip dari TribunJakarta.com.
Saat dikeroyok, lanjut Parmin, almarhum sempat meminta maaf namun ia tetap disiksa secara sadis dan brutal bak binatang.
“Kasian anaknya dikeroyok rame-rame sampe babak belur, sempat minta maaf tapi tetep dihajar,” ucapnya.
Parmin yang turut menyaksikan kejadian itu mengaku tidak tega, terlebih lagi melihat korban sudah berlumuran darah dan diseret-seret.
Jenazah Haringga telah dimakamkan di kampung halaman ibundanya di Jatibarang, Cirebon, Jawa Barat.
HALAMAN SELANJUTNYA:
loading...
loading...